Iran Eksekusi Mati Pria yang Dituduh Mata-mata Israel dan AS, Terkait Protes Antipemerintah



AKTUAL24MEDIA.ID -Teheran — Otoritas Iran kembali melaksanakan hukuman mati terhadap seorang pria yang dituduh bekerja sebagai agen untuk Israel dan Amerika Serikat. Terpidana bernama Majid Adineh tersebut dieksekusi pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026.

Menurut laporan yang dikutip dari AFP, Adineh sebelumnya dinyatakan bersalah melakukan tindakan yang disebut otoritas Iran sebagai operasi yang menguntungkan kelompok-kelompok bermusuhan dalam rangkaian demonstrasi antipemerintah.

Kasus Adineh berkaitan dengan gelombang demonstrasi yang pecah di Iran sejak akhir Desember lalu. Aksi tersebut awalnya dipicu persoalan meningkatnya biaya hidup, tetapi kemudian berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah di sejumlah wilayah.

Otoritas kehakiman Iran melalui situs Mizan Online menyebut Adineh ditangkap pada 9 Januari di Provinsi Alborz bersama seorang tersangka lainnya.

Saat penangkapan, aparat disebut menemukan sejumlah barang yang dituduhkan berkaitan dengan aktivitas kekerasan, termasuk sebuah pistol revolver dan amunisi, dua alat kejut listrik, dua tabung gas air mata, sebuah gergaji mesin isi ulang serta sebotol bensin.

Pengadilan Revolusioner Karaj kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada Adineh. Ia juga dijatuhi hukuman penyitaan seluruh hartanya.

Upaya hukum yang ditempuh Adineh melalui banding tidak membuahkan hasil. Mahkamah Agung Iran menguatkan putusan tersebut sehingga eksekusi akhirnya dilaksanakan pada Minggu pagi.

Dikaitkan dengan Protes Antipemerintah

Kasus Adineh menjadi bagian dari rangkaian hukuman mati terhadap sejumlah orang yang ditangkap dalam gelombang demonstrasi antipemerintah di Iran.

Pihak berwenang Iran menuduh sebagian aksi kekerasan dalam demonstrasi tersebut berkaitan dengan campur tangan pihak asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan otoritas Iran, lebih dari 3.000 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi selama periode tersebut. Pemerintah Iran menyebut sebagian kekerasan sebagai tindakan teroris yang didalangi oleh pihak luar.

Namun, tuduhan mengenai keterlibatan intelijen asing tersebut merupakan versi dari otoritas Iran. Informasi independen mengenai seluruh tuduhan terhadap para terpidana tidak selalu tersedia secara terbuka.

Eksekusi Meningkat di Tengah Konflik

Pelaksanaan hukuman mati di Iran dilaporkan meningkat sejak pecahnya perang Timur Tengah pada 28 Februari 2026, setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebelumnya, Iran juga telah mengeksekusi sejumlah orang yang dituduh bekerja untuk badan intelijen Israel, Mossad. Pada awal Agustus, dua pria, Omid Behzad dan Pouria Safvat, dilaporkan dieksekusi setelah dinyatakan bersalah memberikan koordinat fasilitas militer dan keamanan sensitif kepada agen Mossad.

Gelombang eksekusi tersebut mendapat sorotan organisasi hak asasi manusia yang menilai peningkatan hukuman mati di Iran sebagai persoalan serius.

Dengan eksekusi terhadap Majid Adineh, pemerintah Iran kembali menunjukkan sikap keras terhadap orang-orang yang dituduh terlibat dalam aksi antipemerintah maupun bekerja sama dengan negara yang dianggap sebagai musuh Teheran.

Posting Komentar

0 Komentar