Psi Sebut Budi Arie Sedang Adu Domba Prabowo Dan Jokowi: Sakit Hati Karena Kena Reshuflle

 


JAKARTA, AKTUAL24MEDIA.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi tengah memainkan politik adu domba antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Tudingan itu disampaikan Ketua DPP PSI Bestari Barus menyusul pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan terjadinya “percepatan sejarah” yang disampaikannya saat berdiskusi bersama Jokowi.

Bestari menilai pernyataan tersebut tidak tepat disampaikan di tengah hubungan Prabowo dan Jokowi yang menurutnya masih berjalan baik. Ia bahkan menduga ada kepentingan pribadi di balik manuver politik Budi Arie.

“Jadi sangat disayangkan hal-hal seperti itu harus mengemuka di saat hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo masih baik-baik saja. Kami melihatnya hanya kepentingan pribadi dari Budi Arie,” kata Bestari.

PSI juga menilai pernyataan Budi Arie berpotensi menimbulkan persepsi seolah-olah terdapat persoalan serius antara Jokowi dan Prabowo.

Menurut Bestari, sikap tersebut tidak sejalan dengan posisi Jokowi yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.

“Ini mengadu domba, bukan sekadar merusak saja. Mengadu domba,” ujar Bestari.

Dikaitkan dengan Reshuffle

Bestari juga mengaitkan sikap politik Budi Arie dengan keputusan reshuffle kabinet yang membuatnya tidak lagi menjabat sebagai Menteri Koperasi.

Budi Arie sebelumnya menjabat Menteri Koperasi pada pemerintahan Prabowo. Dalam reshuffle kabinet pada September 2025, posisinya digantikan Ferry Juliantono.

PSI menduga kekecewaan setelah kehilangan jabatan menteri ikut memengaruhi sikap politik Budi Arie belakangan ini. Bestari menyebut Budi Arie juga disebut tidak diterima bergabung dengan sejumlah partai politik.

“Jangan karena direshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo,” kata politikus PSI Andy Budiman dalam pernyataan terpisah.

Andy menegaskan, Budi Arie tidak memiliki hubungan struktural dengan PSI. Karena itu, menurut dia, segala pernyataan maupun manuver politik Budi Arie tidak dapat dikaitkan dengan sikap resmi PSI.

Singgung “Percepatan Sejarah”

Polemik bermula dari pernyataan Budi Arie dalam sebuah forum bersama Jokowi. Ia menyinggung kemungkinan terjadinya “percepatan sejarah” di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang menurutnya sedang menghadapi keresahan.

Budi Arie bahkan membandingkan situasi tersebut dengan perubahan politik pada 1997-1999. Ia menyebut kemungkinan adanya perubahan yang terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Pernyataan itu kemudian mendapat sorotan dari PSI. Bestari menilai ucapan tersebut terlalu provokatif dan berpotensi membangun persepsi bahwa kondisi negara sedang berada dalam situasi tidak stabil.

Bestari juga menilai pernyataan tersebut semakin problematis karena disampaikan ketika Jokowi berada di samping Budi Arie. Menurutnya, hal itu dapat menimbulkan multitafsir mengenai sikap Jokowi terhadap pemerintahan Prabowo.

PSI menegaskan tetap berada pada posisi mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan meminta persoalan politik tidak digunakan untuk mempertentangkan hubungan antara Prabowo dan Jokowi.

AKTUAL24MEDIA.ID

Posting Komentar

0 Komentar