AKTUAL24MEDIA.ID|TANGERANG – Sebanyak 209 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terdampak akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).
Dampak tersebut terjadi setelah operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara karena adanya potensi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Penutupan operasional dilakukan berdasarkan NOTAM dan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dinilai berpotensi membahayakan operasional pesawat sehingga aktivitas penerbangan harus dihentikan sementara.
Berdasarkan data periode penutupan pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak. Jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Dampak penutupan tersebut juga dirasakan oleh sedikitnya 22.798 penumpang yang tidak dapat melakukan perjalanan sesuai jadwal.
Sejumlah rute penerbangan domestik maupun internasional turut terdampak. Untuk penerbangan internasional, di antaranya rute menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.
Sementara itu, rute domestik yang terdampak antara lain penerbangan menuju Lampung, Denpasar, Surabaya, serta sejumlah daerah lainnya.
Penumpang Mendapat Penanganan
Manajemen Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk menangani penumpang yang terdampak.
Sejumlah layanan disiapkan, termasuk makanan dan minuman ringan serta bus di setiap terminal untuk membantu mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai.
Pihak bandara juga membuka posko untuk mendukung koordinasi dan penanganan penumpang selama kondisi operasional terganggu.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, BMKG, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi abu vulkanik.
Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Pemulihan penerbangan akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.
Calon penumpang diimbau untuk tidak langsung datang ke bandara sebelum mendapatkan kepastian dari maskapai. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan masing-masing.
Kondisi penerbangan dapat berubah secara dinamis seiring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan penyebaran abu vulkanik.
Aktual24 akan terus memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.
