Perempuan kelahiran 1999 tersebut kini dikenal sebagai character makeup artist sekaligus beauty creator. Berbagai karya yang dibuatnya menghadirkan tampilan yang tidak biasa, mulai dari makeup karakter, cosplay, artistic makeup, hingga konsep bernuansa horor dan budaya.
Ketertarikan Agustina terhadap dunia makeup bermula dari hal sederhana. Ia kerap melihat sang kakak berdandan dan kemudian mulai mencoba merias dirinya sendiri.
Namun, Agustina tidak ingin hanya berhenti pada makeup kecantikan. Sekitar 2019, rasa penasarannya terhadap karya beauty creator dari luar negeri membuatnya tertarik mempelajari character makeup dan teknik transformasi wajah.
“Saya ingin menampilkan makeup yang berbeda,” ujar Agustina dalam wawancara yang dikutip The Aceh Post.
Belajar Sendiri, Berkarya dari Rumah
Memasuki 2020, Agustina mulai lebih serius membangun dirinya sebagai beauty creator. Menariknya, sebagian besar kemampuan makeup yang dimilikinya diperoleh secara otodidak.
Ia belajar melalui praktik, melihat berbagai referensi, mencoba teknik baru, kemudian mengevaluasi hasilnya sendiri. Perjalanan tersebut akhirnya membawanya mulai menerima pekerjaan sebagai Makeup Artist (MUA) pada 2022.
Bukan hanya merias wajah, Agustina juga mengerjakan berbagai kebutuhan produksi kontennya sendiri.
![]() |
| Foto : Agustina ( dok pribadi ) |
Mulai dari menyiapkan makeup, properti, pencahayaan, mengambil gambar hingga proses editing.
Keterbatasan fasilitas dan belum memiliki tim produksi tidak membuatnya berhenti. Bahkan, satu video bisa membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk diselesaikan. Sesekali, anggota keluarganya ikut membantu proses produksi.
Wajah Menjadi Media Bercerita
Kekuatan karya Agustina terletak pada keberaniannya keluar dari konsep makeup konvensional. Ia menjadikan wajah sebagai semacam kanvas untuk menghadirkan karakter dan cerita.
Sejumlah karyanya bahkan dilengkapi properti atau headpiece yang dibuat sendiri demi menyesuaikan konsep yang ingin ditampilkan.
Baginya, kreativitas bukan hanya soal mengikuti tren. Setiap konsep menjadi kesempatan untuk bereksperimen dan menemukan sesuatu yang berbeda.
Sempat Diragukan, Memilih Menjawab Lewat Karya
Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mulus. Ketika mulai memperkenalkan makeup karakter, Agustina sempat mendapatkan komentar negatif dari lingkungan sekitar maupun keluarga yang belum memahami bidang tersebut.
Alih-alih berhenti, ia memilih terus belajar dan membuktikan kemampuannya melalui karya.
Sikap itu menjadi salah satu alasan Agustina mampu bertahan hingga sekarang. Kritik yang datang justru dijadikannya sebagai dorongan untuk meningkatkan kemampuan.
Ingin Buktikan Kreator Aceh Bisa Berkarya
Agustina memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar membangun popularitas sebagai beauty creator. Ia ingin menunjukkan bahwa anak muda dari Aceh juga mampu menghasilkan karya kreatif yang dapat dikenal lebih luas.
Menurutnya, keterbatasan daerah bukan alasan untuk berhenti mencoba. Dunia digital memberikan ruang bagi siapa saja untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.
Dari Gampong Seuriweuk, Agustina terus mengembangkan karakter demi karakter melalui makeup. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa sebuah hobi yang ditekuni dengan konsisten dapat berkembang menjadi profesi sekaligus ruang untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.
Sumber informasi: The Aceh Post, wawancara dengan Agustina, 2 September 2026. Artikel ini ditulis ulang dengan gaya redaksi Aktual24media.id dan tidak menyalin naskah sumber.

