![]() |
| Sputnik/Kristina Solovyova/Pool via REUTERS |
AKTUAL24MEDIA.ID|BISHKEK — Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan kedua pemimpin tersebut menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam pertemuan itu, Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Putin atas sikap Rusia yang dinilai mendukung Iran selama konflik dan menghadapi tekanan serta sanksi dari Amerika Serikat.
Pezeshkian menyebut hubungan Rusia dan Iran sebagai hubungan strategis. Ia juga menilai dukungan Moskow di berbagai forum internasional menunjukkan eratnya hubungan kedua negara.
Putin sendiri menegaskan bahwa Rusia berupaya membantu Iran melewati situasi sulit yang tengah dihadapi. Moskow juga disebut terus memasok sejumlah kebutuhan dan peralatan yang diperlukan Teheran.
Dalam pembicaraan tersebut, Putin turut menyebut hubungan Rusia-Iran terus berkembang dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif. Kedua negara juga berupaya mempertahankan kerja sama ekonomi dan perdagangan meski berada di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Sementara itu, Pezeshkian menegaskan Iran siap kembali memenuhi komitmennya dalam kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat apabila Washington terlebih dahulu menjalankan kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman yang telah disepakati.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kembali terjadi pertukaran serangan antara Iran dan AS. Konflik tersebut juga berdampak terhadap kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
Pertemuan Putin dan Pezeshkian memperlihatkan semakin pentingnya hubungan Moskow dan Teheran di tengah persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Meski demikian, pertemuan tersebut tidak secara resmi menunjukkan adanya deklarasi aliansi militer baru untuk melawan Amerika Serikat. Fokus pembicaraan yang disampaikan dalam berbagai laporan lebih banyak berkaitan dengan dukungan Rusia kepada Iran, hubungan bilateral, konflik yang sedang berlangsung, serta kerja sama strategis kedua negara.
